Wednesday, June 29, 2016

Tips cara Menghitung Masa Subur dan Merencanakan Kehamilan

Tips cara Menghitung Masa Subur dan Merencanakan Kehamilan

Bagi beberapa pasangan, kehamilan merupakan sesuatu yang mudah. Namun, bagi pasangan lain, hal ini membutuhkan kesabaran dan sedikit keberuntungan. Banyak yang telah mencoba melakukan penghitungan masa subur, tetapi masih gagal untuk hamil. Perlu kita ketahui juga bahwa tidak semua metode menghitung masa subur akan akurat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh siklus menstruasi yang tidak teratur, menurunnya tingkat kesuburan, atau terdapat kesalahan pada metode yang Anda pakai.
Bagaimana cara menghitung masa subur yang benar?

Dr. Philip B.Imler & David Wilbanks dalam bukunya yang berjudul The Essential Guide to Getting Pregnant menyarankan untuk menargetkan ovulasi sebagai waktu yang tepat berhubungan seks jika Anda ingin hamil. Untuk mengetahui kapan Anda seorang wanita sedang berada dalam masa subur, pertama-tama kita harus memulai dari saat Anda menstruasi.
 
1. Menstruasi (masa tidak subur) = Hari 1-6
Fase ini adalah fase selama Anda mengalami menstruasi dan segera sesudahnya, yang diasumsikan tidak adanya telur yang hadir untuk pembuahan. Saat menghitung masa subur maupun masa ovulasi, satuan yang digunakan adalah “hari”. Yang penting diketahui adalah, hari 1 (satu) selalu berarti hari pertama Anda menstruasi.
 
2. Masa subur = Hari 7-20
Fase ini adalah fase di mana Anda mungkin mengalami ovulasi. Studi Wilcox menunjukkan bahwa antara hari 6 dan 21, perempuan memiliki kemungkinan lebih dari 10% berada di jendela subur mereka.
 
3. Masa infertil (tidak subur) = Dari hari 21 hingga menstruasi
Fase ini merupakan fase tidak subur. Namun, bagi wanita yang memiliki siklus tak teratur, ada kemungkinan bahwa jendela kesuburan masih terbuka di fase ini.
 
Membuat jadwal masa subur
Lakukan pencatatan untuk membantu Anda mengingat hari yang baik untuk merencanakan kehamilan.
  • Segera tandai kalender pada hari pertama Anda menstruasi, karena itu merupakan hari 1 siklus Anda.
  • Hitung maju 6 hari ke depan. Hari ke-7 adalah hari yang menjadi awal masa subur Anda.
  • Beri tanda pada kalender pada fase subur yang berlangsung selama 14 hari dari hari 7-20.
  • Mulai untuk fokus melakukan hubungan seks setiap hari saat masa subur untuk bertemu dengan masa ovulasi.

Perlu diingat bahwa metode ini hanya dapat diandalkan oleh wanita dengan siklus menstruasi yang lebih pendek dari 31 hari. Artinya, dari hari pertama menstruasi hingga ke menstruasi berikutnya, ada jarak waktu yang tak lebih dari 31 hari. Jika Anda memiliki siklus yang lebih panjang atau tidak teratur, maka Anda harus melacak ovulasi lebih seksama. Namun, untuk sebagian besar, metode ini merupakan metode terbaik dengan cara termudah dalam menargetkan ovulasi dan memaksimalkan usaha Anda untuk hamil.
 
1. Rutin melakukan seks
Jika Anda secara konsisten berhubungan seks dua atau tiga kali dalam seminggu, Anda memiliki kemungkinan besar untuk menyentuh masa subur di beberapa titik. Bagi pasangan sehat yang ingin hamil, tidak ada istilah terlalu banyak seks, karena inilah yang Anda perlukan.
 
2. Melakukan seks sekali sehari berdekatan dengan waktu ovulasi
Inilah fungsi utama menghitung masa subur, yaitu untuk mengetahui kapan Anda berovulasi. Berhubungan seks setiap hari menjelang ovulasi dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan. Meskipun konsentrasi sperma pasangan Anda akan sedikit drop setiap kali melakukan seks, namun berkurangnya sperma tidak akan menjadi masalah untuk pria sehat.
 
3. Menjaga gaya hidup sehat
 
Jaga berat badan yang sehat, termasuk melakukan olahraga sederhana dalam rutinitas keseharian Anda, makan makanan yang bergizi, membatasi kafein, dan mengelola stres. Kebiasaan ini juga baik dilakukan sejak sebelum masa kehamilan.
 
4. Mempertimbangkan perencanaan prakonsepsi
Dokter Anda akan dapat menilai kesehatan Anda secara keseluruhan dan dapat membantu Anda mengidentifikasi perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk dapat hamil. Perencanaan prakonsepsi sangat membantu jika Anda dan pasangan Anda memiliki masalah kesehatan.
 
5. Mengonsumsi vitamin
Asam folat memainkan peranan penting dalam perkembangan bayi. Mengonsumsi vitamin prenatal harian atau suplemen asam folat beberapa bulan sebelum konsepsi, secara signifikan dapat mengurangi risiko spina bifida dan cacat pada tabung saraf.
 
6. Berhubungan seks di pagi hari
Setelah tubuh beristirahat dengan baik, terutama setelah Anda tidur di malam hari, maka tubuh Anda akan berada pada kondisi prima. Dokter juga percaya bahwa seks di pagi hari akan memberikan peluang yang lebih tinggi untuk mencapai pembuahan.
 
7. Menghindari pemakaian obat
Hindari mengonsumsi pil tidur, obat penghilang rasa sakit, atau obat penenang ketika Anda mencoba untuk hamil, karena semua ini akan memperlambat proses reproduksi. Setiap bentuk steroid seperti prednisone atau kortison akan menghambat kelenjar pituitari dalam menghasilkan cukup hormon perangsang folikel atau hormon luteinizing untuk proses ovulasi.

No comments:

Post a Comment